…Tahapan Normalisasi…


Normalisasi Basis Data

Sumber : adam

* Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

* Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF)

* Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.

Normalisasi

Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:

1. ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
2. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-) Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
3. Terpeliharanya Normalisasi

Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).

Tabel Universal

Tabel Universal (Universal / Star Table)  sebuah tabel yang merangkum semua kelompok data yang saling berhubungan, bukan merupakan tabel yang baik.

Misalnya:

Tabel Universal

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/211.jpg?w=450&h=195

Functional Dependency

Notasi: A  B

A dan B adalah atribut dari sebuah tabel. Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka nilai B juga sama

Notasi: A  B atau A x B

Adalah kebalikan dari notasi sebelumnya.

Functional Dependency

Contoh tabel nilai

Functional Dependency

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/36.jpg?w=450&h=165

Functional Dependency dari tabel nilai

Nrp  namaMhs

Karena untuk setiap nilai nrp yang sama, maka nilai namaMhs juga sama.

{Namakul, nrp}  NiHuruf

Karena attribut Nihuruf tergantung pada Namakul dan nrp secara bersama-sama. Dalam arti lain untuk Namakul dan nrp yang sama, maka NiHuruf juga sama, karena Namakul dan nrp merupakan key (bersifat unik).

NamaKul  nrp

Nrp  NiHuruf

Bentuk-bentuk Normal

1. Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)
2. Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form / 2NF)
3. Bentuk Normal Tahap (3rd Normal Form / 3NF)
4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
5. Bentuk Normal Tahap (4th Normal Form / 4NF)
6. Bentuk Normal Tahap (5th Normal Form / 5NF)

Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)

Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.

Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)

Contoh 1

Misal data mahasiswa sbb:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/43.jpg?w=450&h=110

Atau:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/52.jpg?w=450&h=109

Tabel-tabel di atas tidak memenuhi syarat 1NF

Contoh 1

Didekomposisi menjadi:

Tabel Mahasiswa

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/62.jpg?w=366&h=132

Tabel Hobi

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/71.jpg?w=450&h=195

Contoh 2 (composite)

JadwalKuliah

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/81.jpg?w=379&h=54

* Dimana nilai pada atribut jadwal berisi gabungan antara Hari dan Jam.

* Jika asumsi hari dan jam memegang peranan penting dalam sistem basis data, maka atribut Jadwal perlu dipisah sehingga menjadi JadwalHari dan JadwalJam sbb:

JadwalKuliah

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/91.jpg?w=450&h=48

Contoh

Tabel berikut memenuhi 1NF tapi tidak termasuk 2NF:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/101.jpg?w=450&h=35

Tidak memenuhi 2NF, karena {Mhs_nrp, mk_kode} yang dianggap sebagai primary key sedangkan:

{Mhs_nrp, mk_kode}  mhs_nama

{Mhs_nrp, mk_kode}  mhs_alamat

{Mhs_nrp, mk_kode}  mk_nama

{Mhs_nrp, mk_kode}  mk_sks

{Mhs_nrp, mk_kode}  nihuruf

Tabel di atas perlu didekomposisi menjadi beberapa tabel yang memenuhi syarat 2NF

Contoh

Functional dependencynya sbb:

{Mhs_nrp, mk_kode}  nihuruf (fd1)

Mhs_nrp  {mhs_nama, mhs_alamat} (fd2)

Mk_kode  {mk_nama, mk_sks} (fd3)

fd1 (mhs_nrp, mk_kode, nihuruf)  Tabel Nilai

fd2 (Mhs_nrp, mhs_nama, mhs_alamat)  Tabel Mahasiswa

fd3 (mk_kode, mk_nama, mk_sks)  Tabel MataKuliah

Bentuk Normal Tahap Ketiga (3rd Normal Form /3NF)

Bentuk Normal Tahap Ketiga (3rd Normal Form /3NF)

Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya.

Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X  A, maka:

X harus menjadi superkey pada tabel tsb.

Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tsb.

Contoh

Tabel berikut memenuhi 2NF, tapi tidak memenuhi 3NF:

Mahasiswa

karena masih terdapat atribut non primary key (yakni alm_kota dan alm_Provinsi) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lain (yakni alm_kodepos):

alm_kodepos  {alm_Provinsi, alm_kota}

Sehingga tabel tersebut perlu didekomposisi menjadi:

Mahasiswa (Nrp, nama, alm_jalan, alm_kodepos)

Kodepos (alm_kodepos, alm_provinsi, alm_kota)

Boyce-Code Normal Form (BCNF)

Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X  Y maka X adalah super key

tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi

Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X  A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

Bentuk Normal Tahap Keempat (4th Normal Form /4NF)

Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute

Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies

Contoh

Misal, tabel berikut tidak memenuhi 4NF:

http://adamhidayat.files.wordpress.com/2008/11/111.jpg?w=437&h=131

Setiap employee dapat bekerja di lebih dari project dan dapat memiliki lebih dari satu skill. Untuk kasus seperti ini tabel tersebut harus di-dekomposisi menjadi:

(Employee, Project)

(Employee, Skill)

Bentuk Normal Tahap Keempat (5th Normal Form /5NF)

Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.

Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula

2 Tanggapan

  1. Subhanallahu….sangat bermanfaat sekali…khususnya bagi Saya yang kebetulan di beri tugas untuk mencari definisi dan contoh kasus normalisasi..semoga dengan adanya blog ini bisa membantu saya dan orang lain yang memiliki masalah serupa..terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: