.::. Longsor Ciwidey .::.


34 Jenazah Berhasil Dievakuasi
@ Tertimbun Longsor 5 Jam, Ade Kurnia Selamat

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/

Senin, 1 Maret 2010

BANDUNG (Suara Karya): Kapolres Bandung, AKBP Ahmad Dofiri menegaskan, Senin (1/3) ini adalah hari terakhir proses evakuasi korban longsor di Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Ciwedey, Kabupaten Bandung.
Keputusan penghentian evakuasi ini merupakan keputusan bersama Pemkab Bandung, tim SAR, tim evakuasi, dan para keluarga korban.
Pada hari kelima proses evakuasi, Minggu (28/2) kemarin ditemukan lagi 4 jenazah. Dengan demikian sudah 34 jenazah yang berhasil dievakuasi, 11 orang korban masih dalam pencarian. “Senin besok, hari terakhir proses evakuasi. Ini keputusan dari hasil kesepakatan Pemkab Bandung, tim SAR, tim evakuasi dan seluruh anggota keluarga korban. Kalau hari ini tak ditemukan, keluarga korban sudah mengiklaskan untuk tidak dievakuasi,” kata Ahmad Dofiri, kemarin.
Disela-sela prosesi evakuasi dan penanganan pengungsi korban longsor, Bupati Bandung Obar Sobarna mengatakan, relokasi permukiman Desa Dewata sedang dikaji. Bupati minta korban longsor bersabar, karena dalam waktu dekat segera diputuskan di mana tempat direlokasinya.
Sementara itu, di tengah suasana duka mendalam korban longsor Ciwedey, muncul keajaiban. Ade Kurnia (23 tahun) korban tertimbun longsor selama lima jam, berhasil selamat. Ade menderita luka-luka cukup parah pada kedua kaki dan tangannya. Namun, warga Desa Sugih Mukti itu selamat dari maut.
“Alhamdulillah saya mendapatkan keajaiban dari Allah, sehingga masih bisa hidup. Tetapi, istri saya, lis Nurhayati (20}, dan anak saya Vanessa (13 bulan) tak bisa terselamatkan,” katanya.
Ketika menyebutkan nama istri dan anaknya, roman Ade berubah. Malah tatapannya tampak kosong, “lis dan Vanessa dimakamkan pada Rabu (24/2) lalu, dan tidak bisa saya hadiri. Saya ingin sekali melihat makamnya, tetapi kondisi badan belum memungkinkan,” ucap pria yang bekerja di bagian pengawasan mutu (quality control) di pabrik Teh Dewata ini.
Ade menuturkan, saat kejadian pada Selasa (23/2) lalu sekitar pukul 7.45 WIB, dia sedang berada di rumah bersama lis dan Vanessa. “Waktu itu saya libur, tetapi tak lama kemudian datang staf pabrik yang memberi tahu bahwa teman saya di bagian QC, Enung, tidak bisa masuk kerja karena sakit.
Saya harus berangkat ke pabrik hingga hanya mengenakan handuk ketika menuju ke jamban,” katanya.
Bencana longsor juga terjadi di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu (27/2). Tiga rumah porak poranda. Seorang tewas akibat tertimbun tanah, sedangkan tiga orang selamat setelah meloloskan diri. Korban meninggal dunia adalah Mamat (37), sedangkan yang selamat yakni Satiwi (25), Samsu (41), dan Wawan (35).
Mamat tewas akibat tertimbun tanah longsor yang menimbun hingga setinggi 1,50 meter. Sedangkan empat lainnya tertimbun tanah hingga mencapai batas dada. Dengan sekuat tenaga Hikmah menolong korban yang hanya terlihat bagian kepalanya saja. Korban Mamat langsung dikebumikan tidak jauh dari rumahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan tebing Sukamulya setinggi enam meter dengan panjang sekitar 10 meter, sebelumnya telah longsor dan menimpa sawah, kolam serta saluran irigasi. Longsor tebing disebabkan tidak mampu menahan beban, setelah sebelumnya turun hujan lebat.
Saat itu korban sedang berupaya menyingkirkan timbunan longsor, agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi. Saat mereka tengah gotongroyong memindahkan tanah, mendadak bagian atas tebing yang labil, langsung runtuh menimbun empat warga. (Ant/Agus Dinar/Yon P)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: