.::. Damai Tapi Gersang .::.


Sama-sama tak mau mengalah, Aburizal Bakrie dan Susilo Bambang Yudhoyono bersepakat membawa kasus Bank Century ke ranah hukum. Untuk sementara, Sri Mulyani tak terlempar dari kabinet dan Golkar tak keluar dari koalisi.

PESAN Twitter Aburizal Bakrie itu muncul akhir pekan lalu. Bunyinya singkat: ”Mulai aktif kembali di Twitter, setelah seminggu tidak nge-tweet.” Selain sepotong ”kicauan”, Aburizal membalas satu-dua sapaan penggemarnya. Sampai pekan lalu, pengikut Ical di situs microblogging populer itu sudah 8.000 lebih. Satu orang iseng bertanya, ”Apa benar Golkar mau mundur dari koalisi?” Hampir seketika, Aburizal dengan ringan membalas, ”Enggak kok. Tapi (kami) tetap kritis.”

Setelah menghilang sepanjang pekan lalu, inilah kemunculan perdana sekaligus jawaban resmi sang Ketua Umum Golkar di jagat maya. Pesan Twitter Aburizal itu seperti berusaha memupus spekulasi politik tentang maju-mundurnya Partai Beringin dari lingkaran pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak hanya di jagat maya, Ical—begitu pengusaha batu bara ini biasa dipanggil—juga muncul di tempat lain. Sumber Tempo di lingkaran dekat Ical berbisik, Jumat malam pekan lalu, dia mampir ke kediaman pribadi Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan empat mata itu, ”luka-luka” yang sempat muncul akibat perang pernyataan Ical vs SBY di media massa selama dua pekan terakhir diobati.
”Hubungan Pak Ical dan Pak SBY selalu baik, selalu erat,” kata juru bicara Aburizal, Lalu Mara Satriawangsa, menanggapi kabar kompromi itu. Dia mengaku tak heran jika memang sudah ada ”gencatan senjata” di antara keduanya. Wakil Sekjen Partai Golkar ini mengakui aroma perseteruan dua pekan terakhir lebih didorong oleh sikap ngotot politikus Partai Golkar di Panitia Angket penyelidikan baiout Bank Century dan ”serangan balasan” kubu Istana yang menohok isu pajak kelompok usaha Bakrie. Tapi, menurut dia, semua itu hanya permainan politik. ”Anda tahulah politik, satu tambah satu tak selalu sama dengan dua,” katanya tertawa.

Nuansa optimistis datang dari Istana. ”Ini kemenangan akal sehat,” kata staf khusus presiden, Daniel Sparringa, akhir pekan lalu. Secara tak langsung, dia membenarkan angin politik berbalik memihak Istana. ”Sejak awal, masalah Bank Century seharusnya diselesaikan di wilayah hukum. Penyelesaian secara politik pasti menemui jalan buntu,” katanya lagi.

SUHU hubungan Ical dan SBY mulai memanas sejak Panitia Angket Century dibentuk, Desember 2009. Berbekal hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan atas Bank Century, politikus Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat—dimotori anggota Dewan yang juga pengusaha dari Kodeco Timber, Bambang Soesatyo—dengan bersemangat membidik Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono. Sebagai ketua dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, mereka berdualah yang menyetujui pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century.

Di awal kerja Panitia Angket, pertengahan Desember silam, Partai Golkar langsung menggebrak dengan mengimbau Sri Mulyani dan Boediono agar nonaktif dari jabatan mereka. Padahal ketika itu pemeriksaan saksi pun belum dimulai.

Sri Mulyani bereaksi dengan menuding politikus Beringin di Panitia Angket tak akan memperlakukannya dengan adil. ”Aburizal tidak suka pada saya, saya tidak berharap satu pun politikus Golkar akan bersikap adil,” katanya kepada koran The Wall Street Journal di Singapura. Kebetulan, pada saat yang sama, Direktorat Pajak Kementerian Keuangan merilis daftar perusahaan yang pajaknya bermasalah. Tiga perusahaan Bakrie—Kaltim Prima Coal, Bumi Resources, dan Arutmin Indonesia—termasuk. Banyak yang menilai pengumuman itu adalah sinyal pemerintah untuk menggertak Golkar.

Selanjutnya kunjungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: